Diagnosis Radang Amandel

Posted on

Radang amandel adalah peradangan yang terjadi pada amandel atau tonsil. Kondisi yang dinamakan juga dengan tonsilitis ini sebagian besar dialami oleh anak-anak.

Diagnosis Radang Amandel
http://www.caracepatmengobati.web.id

Amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan. Organ ini berfungsi sebagai pencegah infeksi, terutama pada anak-anak. Seiring dengan perkembangan umur, sistem kekebalan tubuh mereka makin kuat dan perlahan-lahan tugas tonsil sebagai penangkal infeksi mulai tergantikan. Ketika peran tonsil sudah tidak dibutuhkan lagi, kedua kelenjar ini kemudian berangsur-angsur menyusut.

Penyebab radang amandel atau tonsilitis pada umumnya adalah virus dan selebihnya disebabkan oleh bakteri. Mereka yang menderita tonsilitis akan mengalami sakit kepala, demam, nyeri tenggorokan saat menelan, sakit telinga, dan batuk. Gejala biasanya akan pulih dalam tiga hingga empat hari.

Diagnosis Radang Amandel

Dalam mendiagnosis radang amandel atau tonsilitis, dokter akan terlebih dahulu menanyakan perihal gejala yang dirasakan pasien. Jika tonsilitis disebabkan oleh infeksi bakteri, biasanya gejala dapat berupa pembengkakan kelenjar getah bening di bagian tenggorokan, munculnya bintik-bintik nanah di sekitar tonsil, dan demam. Sedangkan jika tonsilitis disebabkan oleh infeksi virus, biasanya gejala akan lebih ringan dari infeksi bakteri, dan sering disertai batuk dan pilek.

Untuk menguatkan dugaan bahwa pasien menderita tonsilitis, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti:

  1. Pemeriksaan tenggorokan, hidung, dan telinga.
  2. Merasakan jika terdapat pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Kadang-kadang, pemeriksaan fisik untuk memeriksa adanya pembengkakan organ limpa untuk mendeteksi penyakit mononukleosis dan memeriksa adanya ruam untuk mendeteksi ruam kemerahan akibat infeksi streptococcus juga dilakukan.

Jika diagnosis secara lebih rinci diperlukan, misalnya untuk menentukan apakah tonsilitis yang dialami pasien disebabkan oleh virus atau bakteri, maka bisa dilakukan penelitian sampel apusan tenggorokan dan darah di laboratorium. Tes lebih lanjut di laboratorium juga bisa dilakukan untuk memastikan apakah pasien juga menderita kondisi lain, contohnya demam kelenjar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *