Penyebab Radang Amandel

Posted on

Radang amandel adalah peradangan yang terjadi pada amandel atau tonsil. Kondisi yang dinamakan juga dengan tonsilitis ini sebagian besar dialami oleh anak-anak.

Penyebab Radang Amandel
http://www.caracepatmengobati.web.id

Amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan. Organ ini berfungsi sebagai pencegah infeksi, terutama pada anak-anak. Seiring dengan perkembangan umur, sistem kekebalan tubuh mereka makin kuat dan perlahan-lahan tugas tonsil sebagai penangkal infeksi mulai tergantikan. Ketika peran tonsil sudah tidak dibutuhkan lagi, kedua kelenjar ini kemudian berangsur-angsur menyusut.

Penyebab Radang Amandel

Walau bisa disebabkan oleh bakteri, sebagian besar kasus radang amandel atau tonsilitis disebabkan oleh virus. Penularan bakteri atau virus tersebut bisa terjadi melalui:

Kontak langsung, misalnya ketika tanpa sengaja Anda turut menghirup percikan air liur akibat bersin atau batuk di udara yang dikeluarkan oleh penderita penyakit ini.

Kontak tidak langsung, misalnya ketika Anda tanpa sengaja memegang permukaan benda yang telah terkontaminasi virus atau bakteri, kemudian memegang mulut atau hidung Anda.
Bakteri penyebab tonsilitis umumnya berasal dari kelompok streptococcus. Sedangkan virus penyebab radang amandel di antaranya adalah:

  1. Parainfluenza. Ini merupakan virus penyebab penyakit pernapasan pada anak dan radang kotak suara (faringitis).
  2. Influenza, virus penyebab flu.
  3. Rhinovirus, virus penyebab pilek.
  4. Rubeola, virus penyebab campak
  5. Adenovirus, virus penyebab diare.
  6. Enterovirus, virus penyebab penyakit mulut, kaki, dan tangan.
  7. Epstein-Barr, virus penyebab demam kelenjar

Anak-anak usia prasekolah hingga yang berusia pertengahan remaja lebih berisiko terkena tonsilitis. Karena pada kisaran usia tersebut, interaksi dengan kawan-kawan sebaya sangat tinggi sehingga peluang virus atau bakteri untuk menular sangat tinggi juga. Tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri paling sering dialami anak berusia 5-15 tahun, sementara yang disebabkan oleh virus jarang dialami oleh anak yang lebih muda usianya. Walau demikian, penyakit ini jarang timbul pada anak yang berusia di bawah dua tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *